Analysis of Centralized and Decentralized Education Financing Models in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.65118/comprehensive.v2i2.15Keywords:
Education Financing, Centralized Model, Decentralized Model, Public Policy, Equity.Abstract
This article analyzes the centralized and decentralized models of education financing in Indonesia. Education financing plays a crucial role in ensuring equity, quality, and sustainability of education services. The centralized model emphasizes national standardization and equal distribution through government control, while the decentralized model provides autonomy to local governments and educational institutions in managing financial resources based on contextual needs. This study employs library research by reviewing scientific articles, books, and policy documents related to education financing. The analysis shows that the centralized model ensures national standards, efficiency, and control mechanisms but lacks flexibility at the local level. Meanwhile, the decentralized model encourages community participation, responsiveness, and innovation, yet it risks widening regional disparities due to fiscal and managerial capacity differences. The study concludes that Indonesia requires a hybrid financing model that balances national equity and local autonomy. Strengthening regional capacity, transparent governance, and adaptive financial policies are essential to achieve equitable and high-quality education in Indonesia.
References
Aprilia, R., Pratiwi, D., & Lestari, S. (2024). Manajemen pembiayaan pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 12(1), 45–58.
Banding, A. (2024). Efektivitas dana alokasi khusus dalam pemerataan pendidikan dasar di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 9(2), 101–113.
Dewi, F., Rahmawati, S., & Kurniawan, A. (2025). Desentralisasi pendidikan dan responsivitas kebijakan pendanaan sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(1), 22–36.
Dimas Rinjani, & Resly Febrianti Putri. (2025). Analysis of School Financial Management in Increasing the Effectiveness of Fund Use at Smpn 15 Mataram. Regulate: Jurnal Ilmu Pendidikan, Hukum Dan Bisnis, 2(4), 267–273. https://doi.org/10.61166/regulate.v2i4.68
Halim, A. (2018). Pengelolaan dana BOS berbasis partisipasi masyarakat. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 6(2), 75–84.
Haryani, S., & Ahmad, M. (2025). Tren pembiayaan pendidikan kejuruan: Analisis bibliometrik. Jurnal Pendidikan Vokasi, 13(1), 1–15.
Irianto, A. (2017). Pembiayaan pendidikan dalam perspektif kebijakan publik. Jakarta: Prenada Media.
Istianatul Mabruhah, & Najmi Faza. (2025). Character Building of Students Through Edupreneurship in Islamic Boarding Schools (Case Study of Class XII MA Al-Amien 1 Pragaan). Al-Alim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 45–53. https://doi.org/10.65118/alim.v1i2.11
Khusaini, M. (2018). Kesenjangan fiskal daerah dan implikasinya terhadap layanan pendidikan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 9(1), 55–67.
Khoirina Badriyah. (2025). Islamic Educational Institutions Through Waqf,Maktab, and Kuttab (Correlation of Langghar as a Space for Basic Education). Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(3), 341–350. https://doi.org/10.61166/kasyafa.v2i3.15
Mangkuwinata, D., Surya, R., & Hasan, Z. (2025). Model hibrid pembiayaan pendidikan untuk negara berkembang. Journal of Educational Policy Studies, 7(1), 30–44.
Mafazi, M., & Ahmad, N. (2024). Perencanaan pembiayaan pendidikan dan dampaknya terhadap mutu sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 14–29.
Mesiono, M., & Haidir, H. (2020). Manajemen pembiayaan pendidikan. Medan: Perdana Publishing.
Muhajir, A., Bachtiar, T., & Fauzi, N. (2023). Manajemen pembiayaan pendidikan sebagai fondasi peningkatan mutu. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 120–134.
Nurfadilah, R., Sari, M., & Yuliani, D. (2025). Tantangan pendanaan pendidikan di wilayah 3T. Jurnal Pemerataan Pendidikan, 5(1), 40–56.
Nur Asyikin, Wulan Rafelia, & Ika Kurnia Sofiani. (2025). The Role Of Technology In Equitable Education: Policy Analysis And Implementation Challenges In Indonesia. Public Service: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.61166/service.v2i1.6
Rahayu, S. (2025). Analisis ketimpangan fiskal dan implikasinya terhadap pemerataan pendidikan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pendidikan, 12(1), 33–47.
Rahman, F. (2021). Tata kelola pembiayaan pendidikan berbasis transparansi dan akuntabilitas. Jurnal Administrasi Pendidikan, 8(2), 90–104.
Supriadin, S. (2021). Teori pembiayaan pendidikan dan implikasinya terhadap kebijakan nasional. Jurnal Ilmu Pendidikan, 23(3), 233–245.
Susanto, A., & Rahma, D. (2023). Konsep dasar pembiayaan pendidikan dan implementasinya. Surabaya: UMS Press.
Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Wuryandoko, T., Prasetyo, B., & Amalia, R. (2023). Pemenuhan sumber daya pendidikan berbasis kebutuhan lokal di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 88–103.
Yani Harahap, S., & Junaidi, A. (2024). Problematika pembiayaan pendidikan di Indonesia. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Pendidikan, 14(1), 52–70.
World Bank. (2020). Improving education financing in Indonesia. World Bank Group.
UNESCO. (2021). Financing education: Trends and challenges in Asia-Pacific. UNESCO Publishing.




